Cumi cumi dan hasil rantauannya


Seputar Resolusi 2008
November 25, 2008, 9:13 am
Filed under: Umum | Tag: , , ,

Pernah ada yang bikin resolusi sebelum awal tahun?

wish_signKira-kira setahun yang lalu, sekitar bulan november-desember, cumi-cumi pernah membuat resolusi 2008. Dulu belom punya blog., jadi di-share ke milis teman-teman kuliah.. Kira-kira waktu itu saya ada di Lampung, menuliskan resolusi tahun 2008 di warung internet di kota itu.

Karena sudah agak lama, saya coba untuk membuka-buka lagi email saya untuk melihat apa yang saya tulis disana. Kira-kira bunyinya seperti ini:

 

Resolusi tahun 2008:

1. Punya pacar

haha.. ini karena diakhir tahun ini ceritanya saya sedang berjomblo. kabar baiknya untuk resolusi yang nomer wahid ini tercapai. Amiinnn.. (ada mba cumi-cumi)

2. Bisa bahasa Cina

Dari dulu.. pengen banget bisa bahasa mandarin internasional. Udah tanya sana sini.. untuk kursus mandarin yang bagus. Tapi emang katanya perlu menahun ya untuk bisa bahasa mandarin? Haha.. Dan berhubung selama setahun ini tempat tinggal saya berpindah setiap 3 bulan.. maka belum bisa ikut dalam kursus mandarin. Baca lebih lanjut

Iklan


Minal Aidin Wal Faidzin!
September 29, 2008, 10:20 pm
Filed under: Umum | Tag: ,

Berawal dari keberangkatan dari kota yang terkenal akan Apel hijau dan hijau strip merah.. Jam 4 pagi,, Ngantuk bukan kepalang.. sahur ngga selese.. karena penyakit yang bernama ilmiah aphta ulcer (alias sariawan) yang melanda di sisi kanan dan kiri dari mulut.

Setelah berpamitan dengan ibu kos saat itu, langsung aja berangkat menuju Juanda. Melewati jalanan biasa menuju kota Surabaya.. termasuk melewati tanggul lumpur Lapindo yang makin diperlebar dan diperkokoh. Pasar-pasar lebih ramai dengan matahari yang sudah mulai terlihat dari arah timur perjalanan. 

Pukul 06.00 pagi, dimana semua kapal udara berkumpul di areal yang cukup luas, Aku sampai disana. Jadwal berangkat menuju Jakarta ternyata masih 2 jam lagi. Barang yang dibawa ternyata cukup banyak.. 25 kg untuk satu tas. Itu belum termasuk satu kardus sari apel yang sengaja dibawa untuk kolega sesampainya di Jakarta.

Perjalanan satu jam 10 menit terasa singkat karena dilewati dengan penuh lelap. Tak disangka-sangka telah sampai di tanah jakarta dengan pendaratan yang mulus.

Melewati kota Jakarta H-3 sangat sepi. Banyak kendaraan tetapi tidak cukup ramai untuk ukuran Jakarta. Taksipun mudah didapat -biasanya menunggu antrian sekitar 30 menit-.

Sesampai dirumah,, tidak banyak perubahan.. hanya suasana rumah yang ramai karena semua sedang berkumpul di rumah tercinta. Tinggal menunggu datangnya hari kemenangan di hari lusa. Kuharap semua teman sepermainan juga menyempatkan untuk pulang ke rumahnya.

Tak ada kata yang lebih belia.. Selain meminta maaf ketika bersalah..

Tak ada kata yang lebih mulia.. Selain meminta maaf walaupun ia yang bersalah..

Tak ada maaf yang lebih belia.. Selain Minal Aidin wal Faidzin.. 

Lebih mulia jika diucapkan bersama: Mohon Maaf lahir dan batin