Cumi cumi dan hasil rantauannya


Dan Ketika..
Maret 27, 2009, 3:07 pm
Filed under: ingin berkatakata | Tag: ,

starsDan langitpun waktu itu sangat bening, tak ada yang mengganggu pandangan ku terhadap banyak bintang. Ya, malam itu semua bintang yang menyala konstan maupun padam menyala terus menerangi. Seakan tidak peduli dengan hiruk pikuk dan kesibukan semua orang malam itu: persiapan rutinitas, kesenangan yang telah berakhir, terlelap karena kelelahan, ataupun pengagumnya yang memandangi semua bintang malam itu.

Tak ada kata lebih, untuk mengungkapkan keanggunan rangkaian titik-titik yang menyala. Angin yang kadang mampir, suara jangkrik yang terdengar, maupun suara hewan penjaga malam yang kadang terusik. 

Aku memandanginya sepanjang malam, berharap dapat mengarungi jutaan tahun cahaya untuk sekedar bersapa dengan mereka. Dan berucap senyum karena mereka yang membuatku kembali tersenyum, tertawa, atau dapat mengembalikan energi positif setelah sepanjang hari aku terjebak oleh kewajiban duniawi.

Ternyata bukan seorang diri yang memandangi mereka malam itu. Jauh disana, pengagum bintang sedang melewati malam dengan berduduk santai memandang langit. Gemerlap ibukota dan keramaian tidak mengganggunya. hanya langit dan jutaan bintang yang menariknya.

“Kudengar mereka menemanimu sepanjang malam”, ujar ku kepada pengagum bintang.

“Ah, tidak. Aku melihatnya untuk memastikan mereka menemaniku sepanjang malam”

“Mereka berjarak jutaan tahun cahaya.. mungkin saja yang kau lihat itu semu.. karena apa yang kita lihat sekarang adalah pemandangan jutaan tahun yang lalu” ujarku sinis.

“Mereka telah berencana.. dari dulu sekali.. hanya untuk menemaniku malam ini.. dan esok harinya.. dan esok harinya.. Kekaguman ku berawal dari sana. Aku akan selalu memandang mereka.. seperti malam ini, esok hari, dan esok harinya..” ujarnya.

Sejak perbincangan itu, tak ada yang lebih menenangkan daripada menengok langit, bertemu sapa, dan menengok sang pengagum bintang.

Bahwa apa yang akan kita hadapi esok hari.. akan terjadi sesuai dengan apa yang kita lakukan hari ini.

 

 

::gambar diunduh dari http://media.bigoo.ws::

Iklan

5 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Huks, kata-kata terakhirmu Diks, meremas remas dada.. Antara jadi tambah semangat, dan jadi tambah menyesal *jitak*

Komentar oleh kopisusu

Eh…emang waktu itu gw ngomong sepuitis itu yah??
Wakkakkakk…

Komentar oleh D tOuRis

“mungkin saja yang kau lihat itu semu.. karena apa yang kita lihat sekarang adalah pemandangan jutaan tahun yang lalu”
Sedaaap 😉

Komentar oleh masjogja

@mba kopsus: ciehhh.. tambah semangat donks! hehehe
@D tOuRis: nguiks!
@masjogja: tapi ngga sesedap tulisan2 panjenengan deh.. 😀

Komentar oleh Cumi cumi

maaf….iseng2 ketik keyword di search engine “pengagum langit” ternyata menemukan blog anda.
Hmmm…isi tulisannya menarik sekali.
iya..benar apa yang dimaksud pengagum langit. bintang memang mempersiapkan diri untuk menemani setiap malam sejak dulu sekali, dan dia tidak pernah meminta balasan. seperti teman sejati yang memang susah di cari kan?

hahah…saya jadi sok tau..saya juga mengagumi langit…meskipun “buta” tapi saya cinta sekali dengan langit..

Komentar oleh Youzhmie Yusuf




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: